Rabu, 25 Mei 2011

Tesis dan anti-tesis

Disampaikan pada perkuliahan filsafat Kamis, 19 Mei 2011 oleh Dr Marsigit


Segala sesuatu yang ada di dunia ini ternyata memiliki pasangan. Baik hal-hal yang kita anggap abstrak, maupun hal-hal nyata yang bisa dijelaskan dengan baik. Misalnya saja ketika membicarakan tentang epistemology, kita akan membicarkan dua hal berbeda yaitu benar dan salah. Sedangkan ketika kita membicarakan tentang ontology, maka kita akan membicarakan dua hal berbeda yaitu intensif dan ekstensif, ada dan tidak ada. Banyak sekali hal-hal di dunia ini yang berlawanan tetapi melengkapi satu sama lain. Logos dan mitos merupakan salah satu contohnya. Berikut kutipan dari “Dari Mitos ke Logos (Peranan Filsafat dalam merubah Pola Pikir)” yang ditulis oleh Fajar Kusuma*
Mitos atau mite(myth) adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya. Istilah Mitologi telah dipakai sejak abad 15, dan berati “ilmu yang menjelaskan tentang mitos”. Di masa sekarang, Mitologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah ilmu tentang bentuk sastra yang mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan Dewa dan makhluk halus di suatu kebudayaan. Sedangkan logos merupakan cara manusia untuk menjelaskan kehidupan melalui sebuah penelitian. Manusia menjelaskan realita yang ada yang tersebut dengan meneliti gejala-gejala alam maupun peristiwa-peristiwa yang ada. Apa yang mereka terima bukan merupakan wahyu. Karena penjelasan tersebut tidak diterima begitu saja, namun merupakan buah dari pencarian..
Berikut ini merupakan contoh yang menggambarkan perbedaan mitos dan logos. Dalam mitos, pelangi digambarkan sebagai dewa atau dewi. Sedangangkan dalam logos Anaxagoras berpendapat bahwa pelangi adalah pantulan dari matahari yang ditangkap oleh awan. Berbeda lagi dengan Xonophanes yang mengatakan bahwa pelangi merupakan awan itu sendiri. Dua pendapat yang terkahir jelas bukan sebagai mitos melainkan sebagai buah dari pemikiran. Apa yang mereka pikirkan ini merupakan pendapat yang dapat diteliti dan diperdebatkan. Sedangkan pelangi sebagai mitos, hanya bisa diterima secara mentah-mentah sebagai perwujudan dewa-dewi.
Mitos dan logos memiliki perbedaan yang mendasar. Hal itu nampak dengan ada atau tidak adanya penelitan dalam menjelaskan segala sesuatu yang merupakan hubungan manusia dengan alam semesta. Kendati demikian, mitos dan logos tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Logos tidak akan ada, bila tidak ada mitos. Dalam hal ini mitos muncul sebagai awal dari munculnya logos. Tanpa ada mitos, tidak akan ada yang dijelaskan oleh logos. Karena pada dasarnya, logos menjelaskan mitos dengan sebuah penelitian. Perlu kita ketahui, bahwa para filusuf awal menyelidiki alam semesta dan kejadian-kejadian, yang tidak lain ialah mitos itu sendiri.
Maka tidak heran bila akan selalu ada transformasi dunia. Di dalam transformasi ini, tidak ada unsure yang diciptakan secara baru karena semua unsure dan semua sifat sudah ada. Hanya saja, ketika transformasi ini terjadi, maka unsur-unsur tersebut akan berpindah atau berubah menjadi unsur-unsur yang lain.
Begitu pula dengan pikiran kita. Banyak sekali hal-hal yang kita pikirkan dan bersifat berlawanan. Oleh karena itu, dalam proses berpikir itupun diperlukan adanya kekuatan di mana kita hendaknya menggabungkan apa yang kita pikirkan dengan apa yang terjadi. Sehingga nantinya, apa yang menjadi kesimpulan bukanlah sesuatu yang subjektif.
Agama dan budaya juga merupakan dua hal yang sangat berbeda bahkan berlawanan. Ada yang mengatakan bahwa di dalam agama itu ada budaya tapi ada yang mengatakan sebaliknya. Akan tetapi, yang perlu ditekankan di sini adalah cara pandang kita terhadap sesuatu secara bijaksana, yaitu dari berbagai sisi dan pada sisi yang tepat.

*dikutip dari Fajar Kusuma. “Dari Mitos ke Logos (Peranan Filsafat dalam merubah Pola Pikir)”. http://fajarkusuma.student.umm.ac.id/2010/02/05/dari-mitos-ke-logos/.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar